PHP merupakan kependekan dari kata Hypertext Preprocessor. PHP tergolong bahasa pemograman yang berbasis server (Server side scripting), artinya bahwa semua script PHP di letakkan di server dan di terjemahkan terlebih dahulu oleh server sebelum di kirim ke browser clien. Dengan begitu PHP sangat cocok untuk di gunakan dalam pengembangan web dinamis. Maksudnya dengan menggunakan pemograman PHP, web site dapat di kembangkan secara terus menurus dengan mudah sesuai dengan yang di inginkan. OK selanjutnya bagaimana cara menggunakan PHP. Sebelum menggunakan PHP di butuhkan beberapa software / perangkat lunak tambahan yang harus di install di komputer kita. Mengapa demikian? karena PHP tidak bisa bekerja dan di gunakan secara mandiri. Lalu software apa saja yang di butuhkan untuk pemogaman PHP. Perhatikan list berikut :
- Apache Server Versi 2
- PHP Versi 5
- MySQL versi 5
- PHPMyAdmin
Apache Server Versi 2 merupakan web server yang berfungsi untuk menampilkan hasil proses script PHP ke komputer browser dalam bentuk tag HTML.
PHP Versi 5 berfungsi sebagai mesin penerjemah saat halaman / dokumen HTML yang mengandung script PHP di kirim ke server.
MySQL versi 5 berfungsi sebagai database server yang di gunakan untuk membuat , menyimpan dan memanipulasi data-data yang di gunakan dalam pemogaraman PHP. Artinya pemograman PHP selalu satu paket dengan pemograman database MySQL.
PHPMyAdmin berfungsi untuk pengelolaan basis data dalam database MySql. Dengan menggunakan PHPMyAdmin pengelolaan dan manipulasi data dalam database Mysql dapat di lakukan dengan mudah. Software ini tidak harus di gunakan, karena manipulasi data bisa menggunakan tool yang lain, misalnya MySQL Console yang berbasis text.
Bagaimana Cara instalasi
Instalasi software di sesuaikan dengan platform yang di gunakan, jika platform yang di gunakan adalah platform windows, maka software yang di pilih untuk di install harus mendukung platform windows, begitu juga untuk platform LINUX, dan lainnya. Dari empat software di atas, anda bisa install satu persatu atau anda bisa gunakan software yang all in one, yaitu WAMP5. Software ini tinggal anda install sekali saja, karena di dalamnya sudah terdapat ke empat software di atas.
Download software
Software dapat anda download pada alamat Url berikut ini
|
Software |
Alamat URL |
| Apache Server | http://httpd.apache.org |
| MySQL Database | http://www.mysql.com |
| PHP | http://www.php.net |
| PHPMyAdmin | http://www.phpmyadmin.net |
| WAMP5 | http://www.wampserver.om |
cara install software-software tersebut dia atas adalah sama dengan install software pada umumnya. Setelah anda selesai meng-install, maka mulailah memogram PHP menggunakan notepad atau Dreamweaver atau PHP editor dan lainnya.
Start Pemograman PHP
1. Tag pembuka dan penutup script PHP
Setiap dokumen / script PHP selalui di awali dengan tag pembuka "<?php" dan di tutup dengan tag penutup "?>". Saat dokumen PHP di jalankan, maka Software PHP mencari tag <?php dan penutup tag ?>, lalu script yang ada di antaranya di terjemahkan sebelum di kirim ke browser.
2. Sintax echo() dan print()
Sintax echo() dan print() fungsinya sama, yaitu untuk mengeksekusi hasil atau menuliskan pada browser. Sintax echo() paling umum di gunakan dari pada sintax print();
Contoh.
<?php
echo " www.Celurit.com adalah websitenya Orang Madura" ;
?>
simpan script di atas dengan nama belajar1.php, lalu simpan di folder baru dengan nama folder belajarphp di dalam folder www. Misalnya di C:/wamp/www/belajarphp/belajar1.php.
output dari script di atas adalah : www.Celurit.com adalah websitenya orang madura.
3. Komentar dalam PHP
Komentar dalam script PHP di tandai dengan "//" atau " /* " dan " */ ". ini sama dengan pemograman bahasa C++. ada lagi berupa " # " . tanda # di gunakan untuk komentar dalam satu baris saja.
Contoh.
<?php
//tulisan ini tidak di jalankan
echo "ini web orang ganteng" ;
/* tulisan ini tidak di jalankan
alias di abaikan */
# tulisan ini juga di abaikan
?>
output dari script di atas : ini web orang ganteng
4. Tag HTML dalam file PHP
Pada umumnya tag HTML menempel dalam file PHP, begitu juga sebaliknya. Hal ini tidak terjadi masalah, yang terpenting dalam penulisan ke dua script tersebut mengikuti prosedur masing-2.
Contoh.
<html>
<head></head>
<body> <?php echo "Script PHP nempel pada HTML" ; ?> </body>
</html>
Output dari script di atas : Script PHP nempel pada HTML
Sorry Capek, nanti di lanjutkan lagi.
Similar articles













Comments
RSS feed for comments to this post