Font Size

Screen

Profile

Layout

Direction

Menu Style

Cpanel

PLC ladder diagram omron vs mitsubishi (Part 2)

Pada bagian 1, kami sudah mendiskusikan tentang instruksi PLC mitsubishi dan omron beserta contoh ladder diagram. Pada kali ini kami akan melanjutkan memberikan contoh-contoh ladder diagram dari kedua PLC tersebut sesuai dengan request dari beberapa pengunjung web ini. Pada contoh sebelumnya kami hanya memberikan contoh sederhana dari kedua PLC tersebut. Untuk kali ini kami akan memberikan contoh yang sedikit lebih rumit di bandingkan sebelumnya. hal ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai kedua plc tersebut, sehingga bisa meng-aplikasikan dalam design sistem kontrol industri.

Contoh ladder diagram PLC Omron vs Mitsubishi bagian 2

Buatlah ladder diagram dengan cara kerja seperti berikut ini.

Penjelasan :

Saat PB1 di tekan L1 menyala bergantian dengan L2. Sedangkan L3 akan menyala setelah PB1 di lepas (PB1 dari kondisi on menuju off). Untuk L4 menyala saat L3 menyala ketiga kalinya. Siklus ini akan berlangsung terus selama PB2 belum di tekan. Saat PB2 di tekan, maka semua lampu akan mati.

1. Ladder diagram menggunakan PLC Mitsubishi

Dalam pembuatan program dari contoh di atas, PB1 di hubungkan ke input card dengan alamat X0 dan PB2 ke alamat X1. sedangkan L1 di hubungkan ke output card dengan alamat Y20, L2 di hubungkan ke alamat Y21, L3 di hubungkan ke alamat Y22 dan L4 di hubungkan ke alamat Y23. Ladder diagram kami potong menjadi 2 bagian, karena ladder tersebut kami potong dari GX-Developer dan di print screen.

Potongan ladder diagram pertama

Potongan ladder diagram kedua

Penjelasan ladder diagram di atas adalah sebagai berikut :

  1. Saat PB1 di tekan internal relay M0 bekerja. walaupun PB1 di lepas M0 tetap bekerja, karena di hold / di tahan dengan kontak M0 sendiri.
  2. Saat PB1 di tekan, device D0 di isi nilai 0. ini merupakan inisialisasi untuk D0 yang akan di gunakan untuk menghitung banyaknya L3 menyala. D0 di gunakan untuk menyalakan lampu L4
  3. Saat PB1 di tekan dan M0 bekerja. L1 menyala bergantian dengan L2 setelah M3 bekerja. M3 bekerja saat M0 bekerja dan Timer T0 dalam kondisi off. nyala-mati L1 dan L2 di atur menggunakan timer T0 dan T1. T0 menghitung saat M0 mulai bekerja. Setelah T0 bekerja mencapai 5 detik, T1 mulai menghitung dan setelah mencapai 5 detik, T0 reset dan menghitung ulang dan begitu seterusnya. T0 akan mati, jika M0 mati.
  4. Saat PB1 di lepas, M1 bekerja, lalu M4 bekerja dan menyebabkan L3 menyala. M1 bekerja hanya 1 scan program saja, yaitu terhitung sejak PB1 mulai di lepas atau peralihan dari on menuju off. Timer T2 dan T3 di gunakan untuk mengatur on-off lampu 3 (L3).
  5. Saat L3 menyala, device D0 mulai naik +1 dari nilai sebelumnya. Dimana nilai awalnya D0 adalah nol. Setiap L3 menyala, nilai D0 selalu naik +1. Setelah L3 menyala 3 kali, maka M6 bekerja dan menyebabkan L4 menyala. Saat M6 bekerja, nilai D0 ke reset menjadi nol .
  6. Saat PB2 di tekan, maka semua lampu akan mati. Untuk memulai lagi tekan PB1.

2. Ladder diagram menggunakan PLC Omron

Dalam pembuatan program dari contoh di atas menggunakan PLC omron, PB1 di hubungkan ke input card dengan alamat 0.00 dan PB2 ke alamat 0.01. sedangkan L1 di hubungkan ke output card dengan alamay 020.00, L2 di hubungkan ke alamat 020.01, L3 di hubungkan ke alamat 020.02 dan L4 di hubungkan ke alamat 020.03. Ladder digaram kali bagi menjadi 5 bagian, hal ini di sebabkan ladder diagram tersebut di ambil dari CX-Programmer dan di print screen.

Ladder diagram potongan 1

Ladder diagram potonngan ke 2

Ladder diagraqm potongan ke 3

Ladder diagram potongan ke 4

Ladder diagram potongan ke 5

Cara kerja ladder diagram ini sama dengan cara kerja ladder diagram yang di buat menggunakan PLC mitsubishi. Ladder diagram menggunakan PLC omron ini sengaja di buat sangat mirip dengan pembuatan menggunakan PLC mitsubishi. Hal ini bertujuannya unuk memudahkan melakukan perbandingan (compare) terhadap kedua instruksi dari kedua PLC tersebut.

Perbedaan dari kedua ladder diagram di atas adalah sebagai berikut.

  1. Pada PLC mitsubishi internal relay menggunakan device M, sedangkan pada PLC omron menggunakan word device yaitu W. Dimana setiap W mempunyai 16 bit. Contoh jika menggunakan W0, berarti ada W0.00, W0.01 sampai dengan W0.15.
  2. Pada ladder diagram di atas PLC mitsubishi M0 cara kerjanya sama dengan W0.00, M1 sama dengan W0.01 dan begitu seterusnya.
  3. Untuk perintah transfer data menggunakan MOV. pada PLC mitsubishi kami menggunakan perintah MOVP yang mempunyai arti memindahkan data yang di proses saat inputan instruksi ini mengalami peralihan dari off menuju on (differensial up). Sedangkan pada PLC omron kami hanya menggunakan instruksi MOV saja, tetapi kontak / inputan untuk instruksi MOV ini kami gunakan kontak differentiate up.
  4. Untuk instruksi perbandingan data (data comparison instruction) hanya berbeda cara penulisan saja, kalau PLC mitsubishi di tulis secara horizontal [ = D0 k3 ] sedangkan PLC omron di tulis secara vertikal.


Comments  

 
0 #21 HuseN 2012-06-04 01:58
Boz... Alamat Coil Omron kok gk jelas ya.... coil pertama itu alamatnya 010.00 apa w10.00.. jadi bingung mau mempraktekanya.... sebelumnya terimakasih...atas infonya... :cry: :-?
Quote
 
 
0 #20 Rio 2012-06-03 14:41
Bos...tlng dijelasin semua simbol & fungsinya, utk PLC mitsubishi.trims ats bantuanya........??
Quote
 
 
0 #19 ugent 2012-03-20 06:50
trimakasih penjelasan anda sangat bagus.., saya tunggu penjelasan yang lain..,
Quote
 
 
0 #18 adminstrator 2012-03-07 14:01
Motion CPU adalah CPU yang di pakai untuk mengontrol pergerakan servo. untuk Motion CPU mitsubishi contohnya C173CPU. CPU ini bisa mengontrol sampai dengan 16 axis. CC-Link adalah sistem komunikasi serial yang di kembangkan oleh mitsubishi. sistem komunikasi ini hampir sama dengan devicenet punya omron. Sedangkan ethernet adalah sistem jaringan yang umum di gunakan untuk jaringan peralatan otomatisasi. misalnya antara PLC dengan cnc sistem komunikasinya menggunakan ethernet, atau dari mesin yang satu dengan yang lain di hubungkan menggunakan jaringan ethernet. nanti saya lanjutkan lagi. maaf lagi ngantuk
Quote
 
 
+1 #17 ugent 2012-03-07 05:49
maaf mau tanya nih.., apa anda mengerti tentang motion cpu, cc-link dan ethernet, mohon penjelasan menurut fersi anda..,
Quote
 
 
0 #16 admin 2012-02-18 07:47
test
Quote
 
 
0 #15 dwi erliantoro 2012-02-07 05:42
bos bantu saya arti dari simbol simbol plc mitsubishi
terima kasih
Quote
 
 
0 #14 harunz 2012-01-16 12:28
, ,m"v mw tnya,bdanya PLC sama CNC itu apa ya?,

thankz,
Quote
 
 
0 #13 suminta 2012-01-07 08:33
bisa dowload softwarenya plc :idea:
Quote
 
 
0 #12 suminta 2012-01-07 08:32
:idea:
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

 

Latest Comments

  • pak,zanexio,,ka lau mau latihan,kursus, alamatnya dimna ya,saya brminat kursus,,terima kasih
  • white and red for the memory segment, Cheap Jordan 12 : http://www.cheapjordan12.com the deepest imp...
  • As for the remarkable running shoes, the Nike air max 2013 : http://www.cheapairmax2013.biz four mig...
 

Tentang Training & Jasa

  • Kalo tanggal pelaksanaan trainingnya kapan??
  • Dear Bro Zanexio, APakah program Privat masih ada, saya tertarik untuk MIcrocontroller dan PLC, mung...
  • biaya training berlaku untuk 1 orang saja. sedangkan peserta training untuk private minimal 2 orang....
 

Tanya Bimbingan TA

  • Mas. kalau dari luar jawa cara bimbingan TA-nya gimana ? pengerjaannya butuh berapa lama ? harganya berapa ?
You are here: