Pengalamatan I/O PLC
Hardware dan program PLC tidak bisa di pisahkan. Jika program PLC yang di buat tidak mengikuti konfigurasi wiring hardware PLC, maka program plc tersebut tidak akan berjalan sebagaimana mestinya. Contoh sederhananya adalah kita mengirim sms ke si A, kita buat dengan bahasa seindah mungkin. Setelah kita kirim ke no. hp si A, ternyata tidak ada balasan. Dalam benak kita banyak pertanyaan kenapa tidak di balas? Apakah dianya gak suka dan lain-lain. Setelah kita selidiki ternyata salah kirim. Begitu juga dengan PLC, kita buat program untuk menyalakan lampu di alamat Y20, setelah kita running ternyata lampu tersebut tidak menyala. Setelah di selidiki lampu tersebut bukan di wiring ke alamat Y20, tetapi di alamat Y30. Metode pengalamatan input output sebagai berikut:
1. Start pengalamatan input-output dimulai dari I/O module yang posisinya paling ujung sebelah kiri atas dan berakhir di paling ujung sebelah kanan bagian bawah. Lihat gambar.

2. Proses pengalamatan input-output di mulai dari atas ke bawah, lalu di lanjutkan ke kanan atas lalu ke bawah dan begitu seterusnya. Lihat gambar.

3. Pengalamatan input-output menggunakan bilangan hexadesimal (baca artikel kami sebelumnya tentang system bilangan).
4. Untuk input module di dahului dengan karakter X lalu di ikuti dengan bilangan heksadesimal.
Contoh.
X00,X01,X02,X03,X04,X05,X06,X07,X08,X09,X0A,X0B,X0C,X0D,X0E,X0F.
5.Untuk input module di dahului dengan karakter lalu di ikuti dengan bilangan heksadesimal.
Contoh.
Y00,Y01,Y02,Y03,Y04,Y05,Y06,Y07,Y08,Y09,Y0A,Y0B,Y0C,Y0D,Y0E,Y0F.
Contoh pengalamatan input-output
Dari gambar berikut, tentukan pengalamatan input-output dari tiap I/O module.

Berdasarkan metode di atas, maka pengalamatan input-outputnya adalah sebagai berikut:
Input module yang paling dekat dengan CPU / input module yang terletak paling ujung kiri adalah input Module 8 terminal input, maka start pengalamatan di mulai dari input module tersebut.
1.Input Module (8 terminal input)
Input module tersebut mempunyai 8 terminal input, maka pengalamatannya di mulai dari X00 s/d X07 (X00, X01, X02, X03, X04, X05, X06, X07)
2. Output Module (16 terminal output)
Output module tersebut mempunyai 16 terminal output, maka pengalamatannya melanjutkan dari input module sebelumnya, sehingga pengalamatannya menjadi: Y08, Y09, Y0A, Y0B, Y0C, Y0D, Y0E, Y0F, Y10, Y11, Y12, Y13, Y14, Y15, Y16, Y17.
3. Input Module (16 terminal input)
Input module tersebut mempunyai 16 terminal input dan lokasinya berada pada bagian ujung kanan dari I/O module yang lain. Sehingga I/O module ini adalah I/O module terakhir dan tentunya pengalamatan input-output paling akhir ada pada I/O module ini. Untuk start pengalamatan input module ini dimulai dari X18, karena melanjutkan alamat output Y17 dari output module sebelumnya, sehingga pengalamatannya menjadi :X18, X19, X1A, X1B, X1C, X1D, X1E, X1F, X20, X21, X22, X23, X24, X25, X26, X27.
Similar articles














Comments
RSS feed for comments to this post