Karakteristik Transistor
Transistor bisa gunakan sebagai switch apabila area kerja transistor pada area cut-off atau saturasi saja. Lihat kurva karakteristik transistor berikut ini.

Saat area kerja transistror pada area Cutt-off, maka transistor dalam kondisi On, dengan kata lain switch open. Lihat gambar berikut.>

Saat area kerja transistror pada area saturasi, maka transistor dalam kondisi On, dengan kata lain switch close. Lihat gambar berikut.

Prosedur menggunakan transistor sebagai switch
1 Hitung nilai Arus corrector maximum, dimana nilai arus collector maximum harus lebih besar dari arus beban. Arus beban sama dengan arus collector
I beban = Tegangan sumber / R beban;
jadi Ic max > I beban
2. Nilai hfe minimal harus 5 kali lebih besar dari arus beban collector di bagi dengan arus maximum collector.
hfe > 5 x Ic / Ib Max ;
3. Pilih Transistor sesuai dengan nilai Ic dan hfe yang sudah di tentukan sebelumnya.
4. Hitung nilai RB menggunakan rumus berikut.
RB = ( Vin * hfe ) / ( 5 * Ic );
5. Jika beban berupa Relay atau motor, maka perlu di pasang dioda sebagai proteksi arus balik.
Contoh.
Sebuah transistor di gunakan untuk mengontrol on-off relay. Jika relay tersebut mempunyai nilai R =100 Ohm dan supply tegangan 12V. sedangkan arus basis kita tentukan 5mA. Tentukan spec transistor untuk keperluan hal tersebut.
1. I beban = Vs / RL ----> I beban = 12/100= 0.12 A
Jadi Ic max > 0.12A. misalnya kita tentukan nilai Ic max = 0.16A
2. hfe min >5 x Ic / Ib Max -----> hfe min > 5 x 0.16A / 5mA -----> hfe min > 160
3. Pilihlah transistor sesuai dengan hasil perhitungan no. 01 s/d 02
4. Nilai RB = ( Vin * hfe ) / ( 5 * Ic ) -----> RB = ( 5 * 160 ) / ( 5 * 0.16 )
RB = 1000 Ohm
5. Di butuhkan diode proteksi, karena beban berupa relay. lihat gambar berikut.

Similar articles














Comments
RSS feed for comments to this post